Rabu, 05 Oktober 2011

Analisis Jurnal Metode Riset II ( Perbaikan)


Tema : Kemiskinan

Judul 1 : Program Penanggulangan kemiskinan bersasaran di Provinsi DIY Oleh Awan Santosa, Dadit G. Hidayat, dan Puthut Indroyono tahun 2003

 


Latar belakang masalah

Dalam upaya memantapkan program penanggulangan kemiskinan di Indonesia perlu dicari metode evaluasi dan monitoring yang tepat agar kualitas pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan menjadi semakin baik di masa datang..

Masalah

Semakin besarnya angka Kemiskinan di Provinsi DIY dan harusnya pemerintah bertidak tegas untuk menanggulangi angka kemiskinan tersebut agar lebih berkurang.

Tujuan penelitian

Tujuan penelitian ini adalah agar masyarakat dapat mengalami peningkatan pendapatan mengurangi angka kemiskinan sedikit demi sedikit, serta efisiensi penyaluran program.

Metodologi penelitian

-          - Data dan sampel












     - Variabel













       - Model penelitian

Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara langsung dengan penerima program yang dilakukan mulai September 2002 sampai dengan Januari 2003. Pengambilan sampel dilakukan secara acak. Jumlah responden program kerja mandiri (PKM) dalam penelitian ini adalah 80 responden, yang berasal dari 3 jenis program yaitu program IDT, program PPK, dan program P2KP, masing-masing sebesar 38 responden, 32 responden, dan 10 responden. Responden ini diambil dari 6 desa di 5 kabupaten/kota di wilayah DIY.

Hipotesis

Angka kemiskinan akan terus bertambah seiring dengan berjalanya waktu, oleh sebab itu harus segera diatasi dengan segera.

Hasil dan analisis

Dalam penelitian ini konsep manfaat program yang lebih dikedepankan adalah manfaat yang diterima individu dari program penanggulangan kemiskinan. Di Indonesia pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan selalu melibatkan partisipasi masyarakat dengan pembentukan kelompok-kelompok. Hal ini sesuai dengan misi pemberdayaan individu, kelompok dan masyarakat dan sistem nilai yang berkembang di masyarakat, yaitu kebersamaan.

Rekomendasi dan implikasi

Dalam penelitian proyek padat karya  hanya diamati manfaat yang diterima peserta program. Dalam kenyataannya hasil proyek tersebut dirasakan oleh banyak warga masyarakat, sehingga perlu diperhitungkan juga seberapa besar manfaat baik langsung maupun tidak langsung dari proyek yang dibangun, termasuk juga biaya secara langsung dan biaya tidak langsung.

Tema 2 :Menanggulangi kemiskinan desa oleh Gregorius Sahdan tahun 2005


Latar belakang masalah

Kemiskinan sampai sekarang ini masih terus menjadi masalah fenomenal sepanjang sejarah Indonesia sebagai nation state, sejarah sebuah negara yang salah memandang dan mengurus kemiskinan. Dalam negara yang salah urus, tidak ada persoalan yang lebih besar, selain persoalan kemiskinan.

Masalah

Kemiskinan telah membatasi hak rakyat untuk memperoleh pekerjaan yang layak bagi kemanusiaan, Hak rakyat untuk memperoleh perlindungan hukum, Hak rakyat untuk memperoleh rasa aman dan nyaman,  Hak rakyat untuk memperoleh akses atas kebutuhan hidup (sandang, pangan, dan papan) yang terjangkau.

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendorong perkembangan investasi pertanian dan pertambangan ke daerah pedesaan. Pembukaan investasi pertanian dan pertambangan dapat memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat desa. Dengan begitu, pendapatan mereka akan meningkat dan berpengaruh pada perubahan kesejahteraan hidup mereka.

Metodologi penelitian

-         - Data dan sampel










-          Variabel

Hasil pendataan BPS menunjukkan perkembangan garis kemiskinan dan jumlah penduduk miskin. Tahun 1976 jumlah penduduk miskin mencapai 44,2 juta jiwa dan sampai dengan tahun 1999 menjadi 25,1 juta jiwa. Sejak krisis ekonomi 1998, jumlah kemiskinan di daerah pedesaan mengalami peningkatan dengan tingkat kedalamannya mencapai 5,005 tahun 1998 dari 3,529 pada tahun 1996 dan di tahun 1999 menjadi 3,876  Indeks keparahan kemiskinan paling tinggi terjadi di desa.


-          Model Penelitian

Dilihat dari kegagalan program penanggulangan kemiskinan selama ini, strategi dan kebijakan alternatif yang berpihak kepada rakyat miskin, option for the poor menjadi kebutuhan mutlak menanggulangi kemiskinan. Untuk membuat sebuah strategi dan kebijakan alternatif,  diperlukan pengetahuan yang memadai tentang penyebab utama kemiskinan masyarakat desa

Hipotesis

Kebijakan dan program penguatan otonomi desa. Otonomi desa dapat menjadi ruang yang memungkinkan masyarakat desa dapat menanggulangi sendiri kemiskinannya.

Hasil dan analisis

      Otonomi desa merupakan ruang yang dapat digunakan oleh masyarakat desa untuk mengelola inisiatif dan kreativitas mereka dengan baik, menjadi sumber daya yang melimpah untuk keluar dari jeratan kemiskinan itu sendiri. Kebijakan dan program yang bisa dilakukan untuk penguatan otonomi desa adalah : meningkatkan mutu sumber daya manusia desa melalui pendidikan formal dan nonformal; , meningkatkan ketersediaan sumber-sumber biaya pembangunan desa dengan alokasi anggaran yang jelas dari pusat, provinsi dan kabupaten, menata lembaga pemerintahan desa yang lebih efektif dan demokratis dll

Rekomendasi dan implikasi

Dari Berbagai program dan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang ada, membutuhkan usaha yang serius untuk melaksanakannya. Disamping itu diperlukan komitmen pemerintah dan semua pihak untuk melihat kemiskinan sebagai masalah fundamental yang harus ditangani dengan baik, berkelanjutan dan dengan dukungan anggaran yang jelas agar tercapai suatu tujuan.


Judul 3 : Pemberdayaan masyarakat miskin di era otonomi oleh Dalle Daniel Sulekale

 Tahun 2003

 

 

Latar belakang masalah

 

Indonesia adalah negara yang penuh paradoks. Negara ini adalah Negara subur dan kekayaan alamnya melimpah, namun sebagian cukup besar rakyat tergolong miskin. Pada puncak krisis ekonomi tahun 1998-1999 penduduk miskin Indonesia mencapai sekitar 24% dari jumlah penduduk atau hampir 40 juta orang. Tahun 2002 angka tersebut sudah turun menjadi 18%, dan diharapkan menjadi 14% pada tahun 2004.

 

 

Masalah

 

Akar dari kemiskinan di Indonesia tidak hanya harus dicari dalam budaya malas bekerja keras. Keseluruhan situasi yang menyebabkan seseorang tidak dapat melaksanakan kegiatan produktifnya secara penuh harus diperhitungkan. Faktor-faktor kemiskinan adalah gabungan antara faktor internal dan faktor eksternal

 

Tujuan penelitian

 

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk penanggulangan kemiskinan yang paling strategis dalam era otonomi daerah saat ini.

 

 

Metode penelitian

 

-          Data dan sampel

 

Konteks pengembangan demokrasi di pedesaan Indonesia terbangun dari dimulainya pelaksanaan aturan normatif tentang otonomi desa dalam UU 22/99 tentang Pemerintahan Daerah dan UU 25/99 tentang Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah.

 

-          Model Penelitian

 

 Penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan mengubah paradigma pemberdayaan masyarakat dari yang bersifat top-down menjadi partisipatif, dengan bertumpu pada kekuatan dan sumber-sumber daya lokal. Penanggulangan kemiskinan yang tidak berbasis komunitas dan keluarga miskin itu sendiri akan sulit berhasil. 

 

Hipotesis

 

Upaya-upaya menyeragamkan penanggulangan kemiskinan menurut model tertentu hanya akan menemukan kemungkinan yang lebih besar untuk gagal dalam mencapai sasarannya. Hal-hal yang perlu ditinggalkan oleh para pembuat kebijakan adalah melakukan kontrol yang mematikan insiatif maupun partisipasi penduduk miskin.

 

Hasil dan analisis

 

Sebenarnya enyebab kemiskinan di Indonesia bukanlah kurangnya sumber daya alam, melainkan karena faktor non-alamiah, yaitu kesalahan dalam kebijakan ekonomi. Khusus pada era Orde Baru.

 

Rekomendasi dan implikasi

 

Diperlukan konsistensi dari pemerintah pusat untuk membimbing ke arah otonomi yang memberdayakan masyarakat. Maka disarankan agar program-program penanggulangan kemiskinan ke depan mengarah pada penciptaan lingkungan lokal yang kondusif bagi keluarga miskin bersama komunitasnya dalam menolong diri sendiri.

 

 source : Ekonomi rakyat.org

Nama : Nindya Adriani
NPM  : 15209751
Kelas  : 3EA11

 Tugas ini diberikan kepada Pak Prihantoro






Tidak ada komentar:

Posting Komentar